Skip to content
Home » SPARING KLHK: Struktur dan Fungsi

SPARING KLHK: Struktur dan Fungsi

SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Terus-Menerus Dalam Jaringan) adalah sistem wajib bagi usaha dan/atau kegiatan yang menghasilkan limbah cair, berdasarkan regulasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sistem ini berfungsi untuk memantau, mencatat, dan melaporkan kegiatan pengukuran kadar suatu parameter dan/atau debit air limbah secara otomatis, terus-menerus, dan dalam jaringan.

Struktur SPARING KLHK

Komponen utama SPARING KLHK terdiri dari:

  • Sensor: Mengukur kadar parameter tertentu dalam air limbah (pH, Total Suspended Solids, Chemical Oxygen Demand, Ammonia, Debit).
  • Transmitter: Mengirimkan data hasil pengukuran sensor ke server.
  • Server: Menyimpan dan mengolah data hasil pengukuran, serta meneruskannya ke pihak berkepentingan (KLHK, pemerintah daerah, pengelola limbah).
  • Sistem Informasi: Menampilkan data hasil pengukuran dalam format yang mudah dipahami.

Fungsi SPARING KLHK

  • Pemantauan Kualitas Air Limbah Kontinu: Mengawasi kondisi air limbah secara terus-menerus, memberikan informasi akurat tentang tingkat pencemaran.
  • Identifikasi Potensi Pencemaran: Mendeteksi potensi pelanggaran terhadap baku mutu air limbah, memungkinkan tindakan pencegahan atau perbaikan.
  • Efektivitas Pengelolaan Limbah: Mengoptimalkan pengolahan limbah dengan data kinerja sistem yang aktual.
  • Penegakan Hukum: Menyediakan bukti pelanggaran baku mutu air limbah untuk mendukung sanksi hukum.

Manfaat SPARING KLHK

  • Mengurangi risiko pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan.
  • Meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan limbah.
  • Mengurangi potensi sanksi hukum akibat pelanggaran lingkungan.

SPARING KLHK berperan penting dalam memastikan industri bertanggung jawab terhadap limbah cair yang dihasilkan, sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.