Di tengah urbanisasi yang semakin pesat, lahan pertanian semakin terbatas. Namun, kebutuhan akan pangan segar tetap tinggi. Hidroponik hadir sebagai solusi inovatif yang memungkinkan budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah. Teknik ini tidak hanya efisien dalam pemanfaatan ruang, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Artikel ini akan membahas secara mendalam teknik-teknik hidroponik yang populer, kaitannya dengan konsep pertanian urban dan green skills yang dapat dikembangkan melalui program seperti Prakerja.
Hidroponik merupakan metode menanam tanpa tanah, di mana akar tanaman menyerap nutrisi langsung dari larutan. Teknik ini lebih efisien dalam penggunaan air, menghasilkan panen lebih cepat dan melimpah, serta menghasilkan produk yang bersih dan bebas hama. Lingkungannya juga dapat dikontrol untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Hidroponik, metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, telah menjadi solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan. Dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber makanan bagi tanaman, hidroponik memungkinkan kita menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan di ruang yang sangat terbatas, seperti apartemen, rooftop, atau bahkan dalam ruangan.
3 Teknik Hidroponik Mudah untuk Mendukung Pertanian Urban
Ada beberapa teknik hidroponik yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan ruang. Berikut adalah beberapa teknik yang populer:
1. Sistem Wick atau Sistem Sumbu

Sistem wick, atau dikenal sebagai sistem sumbu, adalah salah satu metode hidroponik paling sederhana dan cocok untuk pemula. Teknik ini sering memanfaatkan bahan daur ulang seperti gelas plastik bekas atau botol sebagai wadah nutrisi. Nutrisi diserap oleh tanaman melalui sumbu, seperti kain flanel, yang terendam dalam larutan nutrisi. Sistem ini bekerja mirip dengan mekanisme pada kompor minyak tanah.
Sumbu menjadi komponen utama dalam sistem ini, karena fungsinya yang penting dalam menyerap cairan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan kelembapan tanaman. Selain tahan terhadap pembusukan, jumlah sumbu perlu disesuaikan dengan ukuran tanaman agar nutrisi yang diserap mencukupi. Sistem ini ideal untuk tanaman berukuran kecil, seperti tanaman hias, yang tidak membutuhkan banyak nutrisi.
Keunggulan lain dari sistem wick adalah tidak memerlukan pompa udara untuk aerasi, karena akar tanaman bisa mendapatkan oksigen langsung dari ruang di dalam sistem atau dari larutan nutrisi. Namun, jika aerasi tambahan diperlukan, penggunaan sistem rakit apung dapat menjadi alternatif yang lebih optimal.
Baca juga : Prakerja & Hidroponik: Tanam Sayur Segar, Raih Skill Baru!
2. Sistem NFT (Nutrient Film Technique)

Sistem NFT (Nutrient Film Technique) adalah metode hidroponik di mana akar tanaman terendam dalam lapisan tipis larutan nutrisi yang mengalir terus-menerus. Sistem ini dirancang untuk efisiensi tinggi dan cocok digunakan pada budidaya tanaman skala menengah. Dalam sistem ini, larutan nutrisi dialirkan menggunakan pipa PVC dan pompa dengan teknik sirkulasi, memungkinkan akar tanaman menyerap nutrisi secara optimal. Sebagian akar terendam untuk mendapatkan nutrisi, sementara bagian lainnya tetap di atas untuk menyerap oksigen (Swastika, 2018). Nutrisi yang disediakan akan terus diterima oleh akar melalui pompa yang terhubung ke wadah penampung nutrisi yang dirancang agar alirannya efisien (Tellei, 2017).
Sistem NFT memiliki keunggulan masa tanam singkat, memungkinkan penanaman lebih banyak dan panen lebih sering, dengan pemantauan nutrisi yang mudah karena berada dalam satu wadah. Sistem ini juga berpotensi menghasilkan laba lebih besar berkat panen berkali-kali dalam satu periode. Namun, kelemahan utamanya adalah ketergantungan pada pasokan listrik yang stabil untuk menjalankan pompa, serta risiko penyebaran penyakit yang cepat jika satu tanaman terinfeksi, yang dapat menyebabkan kerugian besar.
3. Sistem Deep Water Culture (DWC) atau Sistem Rakit Apung

Deep Water Culture (DWC), atau dikenal sebagai sistem rakit apung, adalah metode hidroponik di mana akar tanaman menggantung dalam wadah berisi larutan nutrisi yang kaya oksigen. Sistem ini sangat cocok untuk tanaman dengan akar yang lebih besar, karena memungkinkan akar menyerap nutrisi secara optimal.
Metode ini populer di kalangan pemula dan pelaku hidroponik komersial karena kesederhanaannya. Dalam sistem DWC, larutan nutrisi diberikan oksigen tambahan dengan bantuan pompa udara, seperti pompa akuarium, untuk memastikan tanaman mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Untuk mencegah pertumbuhan alga, wadah sistem ini sebaiknya ditutup agar sinar matahari tidak menembus ke dalam larutan.
Sistem Deep Water Culture (DWC) mudah dibuat, ekonomis, dan menjadi pilihan praktis untuk berbagai skala hidroponik, dari pemula hingga komersial. Desainnya yang fleksibel memungkinkan pemanfaatan berbagai bahan, sehingga membutuhkan kreativitas dalam pembuatannya. Keunggulan utama sistem ini adalah tidak memerlukan pompa untuk mengalirkan nutrisi, kecuali untuk aerasi, sehingga mengurangi risiko penyumbatan, terutama saat menggunakan nutrisi organik. Kombinasi kesederhanaan, efisiensi, dan biaya rendah menjadikan DWC solusi hidroponik yang populer.
Hidroponik dan Pertanian Urban

Hidroponik, metode budidaya tanaman tanpa tanah, dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi tantangan keterbatasan lahan di perkotaan. Dengan memanfaatkan larutan nutrisi sebagai media tanam, hidroponik memungkinkan kita menanam berbagai jenis tanaman pangan di ruang yang sangat terbatas, seperti rooftop, balkon, atau bahkan dalam ruangan.
Keunggulan hidroponik dalam mendukung pertanian urban sangatlah signifikan. Selain efisien dalam penggunaan ruang, hidroponik juga memungkinkan produksi pangan segar secara lokal, mengurangi emisi karbon dari transportasi pangan, dan menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, hidroponik juga menawarkan fleksibilitas dalam pengaturan lingkungan tumbuh tanaman, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai jenis tanaman.
Yang lebih penting lagi, hidroponik merupakan praktik pertanian yang sangat berkelanjutan. Dengan meminimalkan penggunaan pestisida dan pupuk kimia, serta mengoptimalkan penggunaan air, hidroponik berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Selain itu, hidroponik juga dapat mengurangi limbah makanan karena hasil panen dapat langsung dikonsumsi atau dijual secara lokal. Dengan demikian, hidroponik tidak hanya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan di perkotaan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Green Skills: Kunci Sukses dalam Budidaya Hidroponik
Hidroponik, sebagai metode pertanian modern yang inovatif, membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan teknis. Keterampilan hijau atau green skills memainkan peran krusial dalam keberhasilan budidaya hidroponik, terutama dalam konteks pertanian urban. Keterampilan ini mencakup pemahaman mendalam tentang siklus hidup tanaman, pengelolaan sumber daya alam secara efisien, dan penerapan teknologi ramah lingkungan.
Baca juga : Yuk, Kenali Green Skills: Kunci Sukses di Era Berkelanjutan
Dengan menguasai green skills, petani hidroponik dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, meminimalkan dampak lingkungan, serta menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi. Selain itu, green skills juga memungkinkan petani untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan tantangan lainnya yang dihadapi dalam pertanian. Dalam konteks program seperti Prakerja, pengembangan green skills menjadi semakin relevan, karena memungkinkan peserta untuk tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam pertanian.
Baca juga : Kelas Green Skills di Prakerja: Siapkan Karier di Era Berkelanjutan
Beberapa contoh green skills yang penting dalam hidroponik antara lain:
- Mengetahui kebutuhan nutrisi tanaman pada setiap fase pertumbuhan, serta memahami interaksi antara nutrisi dan faktor lingkungan.
- Memahami berbagai jenis sistem hidroponik, cara merakit, merawat, dan mengoperasikannya secara efektif, serta melakukan troubleshooting jika terjadi masalah.
- Menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit yang ramah lingkungan.
- Melakukan pengujian kualitas air secara berkala untuk memastikan kandungan nutrisi, pH, dan kadar oksigen terlarut sesuai dengan kebutuhan tanaman.
- Memahami dan mampu menggunakan teknologi pertanian modern seperti sensor, sistem irigasi otomatis, dan perangkat lunak pemantauan pertumbuhan tanaman.
- Mampu menganalisis data hasil pemantauan untuk mengidentifikasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat dalam pengelolaan sistem hidroponik.
Baca juga : Petani Milenial Berdaya: 5 Aplikasi Digital dan Program Prakerja untuk Upgrade Skill
Dengan menguasai green skills, petani hidroponik tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Hidroponik adalah teknologi pertanian masa depan yang menawarkan banyak manfaat. Dengan mengembangkan green skills yang relevan, Anda dapat berkontribusi dalam mewujudkan pertanian urban yang berkelanjutan. Program Prakerja dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memulai perjalanan Anda di dunia hidroponik.
Selain Kartu Prakerja, ada pula lembaga pelatihan seperti ImpactLabs Academy yang fokus pada pengembangan green skills. ImpactLabs Academy menawarkan berbagai kategori pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja keberlanjutan, seperti Green Building & Sustainable Design, Green Entrepreneurship, Sustainability Management, Energi Terbarukan, Pertanian Berkelanjutan, Manajemen Limbah dan Daur Ulang, dan masih banyak lagi!
Jadi Ahli Green Skills bersama ImpactLabs Academy!
Tertarik memperdalam pengetahuan dan keterampilan Anda? Bergabunglah di kelas Green Skills bersama ImpactLabs Academy untuk mempelajari berbagai keterampilan yang relevan dengan keberlanjutan. Dengan langkah-langkah yang mudah, aplikasi yang praktis, dan manfaat yang besar, pelatihan ini akan memberikan dampak positif bagi diri Anda, masyarakat, dan lingkungan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi hijau! Hubungi kami sekarang dan temukan cara kreatif untuk memberi dampak positif bagi lingkungan bersama ImpactLabs Academy. Saatnya beraksi dan membawa perubahan nyata untuk masa depan yang lebih baik!
Referensi
- Gramedia. (n.d.). Teknik sistem hidroponik. Retrieved January 23, 2025, from https://www.gramedia.com/best-seller/teknik-sistem-hidroponik/?srsltid=AfmBOopxa9UCaYbYa92l2ktZNQL4K4YktAZYF3_ASLQZr7t6pd-V0rCv#Sistem_Hidroponik_Nutrient_Film_Technique_NFT