Skip to content
Home » PLTS 50 MW di IKN Resmi Beroperasi, Suplai Energi ke Industri Kalimantan

PLTS 50 MW di IKN Resmi Beroperasi, Suplai Energi ke Industri Kalimantan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 50 megawatt (MW) di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini telah resmi beroperasi. Keberadaan PLTS ini menjadi tonggak penting dalam mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan bagi sektor industri di Kalimantan. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam transisi energi menuju keberlanjutan.

plts
Sumber: Pexels

Apa Itu PLTS dan Mengapa Penting?

PLTS adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik. Prosesnya menggunakan panel surya yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik melalui teknologi fotovoltaik. Keunggulan utamanya adalah sifatnya yang bersih, terbarukan, dan ramah lingkungan.

Dalam konteks IKN, pengoperasian PLTS 50 MW ini menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat, terutama bagi kawasan industri. Selain itu, memberikan solusi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil yang berkontribusi terhadap emisi karbon.

Baca Juga: Panel Surya : Cara Kerja, Manfaat & Pemasangan

Spesifikasi PLTS 50 MW di IKN

Proyek Pembangkit listrik tenaga surya ini memiliki sejumlah spesifikasi teknis yang menjadikannya salah satu instalasi energi terbarukan terbesar di Kalimantan:

  1. Kapasitas Daya: 50 MW cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik ribuan rumah atau sejumlah besar fasilitas industri.
  2. Teknologi Panel Surya: Menggunakan panel fotovoltaik dengan efisiensi tinggi yang mampu beroperasi optimal di bawah kondisi cuaca tropis.
  3. Luas Area: Instalasi ini mencakup area yang luas, dirancang untuk menangkap sinar matahari maksimal sepanjang tahun.
  4. Sistem Penyimpanan Energi: Dilengkapi dengan baterai penyimpanan (battery storage) untuk memastikan ketersediaan listrik saat malam hari atau saat cuaca mendung.

PLTS IKN yang dikelola oleh PLN Nusantara Power bekerja sama dengan perusahaan asal Singapura yaitu Sembcorp. Pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menghasilkan energi hijau sebesar 92,8 juta kilowatt per tahun. Selain itu, proyek ini diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon hingga 44.000 ton CO2 per tahun (Katadata Green, 26 Januari 2025).

plts
Sumber: Pexels

Manfaat PLTS bagi Industri di Kalimantan

Pengoperasian PLTS 50 MW di IKN memberikan sejumlah manfaat yang signifikan, terutama bagi sektor industri di Kalimantan. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Pasokan Energi yang Stabil dan Berkelanjutan

Pembangkit listrik tenaga surya ini mampu menyediakan energi listrik yang stabil untuk menunjang operasional industri. Dengan pasokan energi terbarukan, perusahaan tidak perlu khawatir terhadap fluktuasi harga bahan bakar fosil.

2. Pengurangan Biaya Operasional

Dalam jangka panjang, penggunaan energi surya lebih ekonomis dibandingkan energi fosil. Industri dapat mengurangi pengeluaran operasional yang berkaitan dengan pembelian bahan bakar atau pembayaran listrik dari jaringan konvensional.

3. Pengurangan Jejak Karbon

Industri yang beroperasi dengan listrik dari PLTS dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan. Ini menjadi nilai tambah dalam mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

4. Dukungan untuk Green Industry

Dengan menggunakan energi dari PLTS, perusahaan di Kalimantan dapat meningkatkan citra sebagai industri hijau yang peduli terhadap lingkungan. Hal ini juga bisa menjadi daya tarik bagi mitra bisnis internasional yang menerapkan standar keberlanjutan.

Baca Juga: Cara Menghitung ROI Panel Surya untuk Maksimalkan Investasi

Dampak Positif PLTS bagi IKN

Keberadaan PLTS ini tidak hanya bermanfaat bagi industri tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kawasan IKN dan sekitarnya:

  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal: Proyek ini menciptakan lapangan kerja, baik selama fase pembangunan maupun dalam operasionalnya. Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyatakan bahwa proyek ini mendukung visi Indonesia menuju swasembada energi sekaligus menciptakan peluang kerja lokal (Katadata Green, 26/01/2025).
  • Menjadi Model Percontohan Nasional: PLTS di IKN bisa menjadi contoh sukses implementasi energi terbarukan di Indonesia.
  • Mengurangi Ketergantungan pada Energi Fosil: Dengan kapasitas besar, PLTS ini membantu menurunkan konsumsi bahan bakar fosil di wilayah Kalimantan.

Tantangan dalam Implementasi PLTS

Meski membawa banyak manfaat, pembangunan dan pengoperasian PLTS juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi:

  1. Investasi Awal yang Tinggi: Pembangunan PLTS membutuhkan modal besar untuk instalasi panel surya dan sistem pendukungnya.
  2. Ketergantungan pada Cuaca: Efisiensi pembangkit listrik ini sangat bergantung pada intensitas sinar matahari, sehingga diperlukan sistem penyimpanan energi yang andal.
  3. Perawatan dan Pengelolaan: Memastikan performa optimal PLTS membutuhkan perawatan rutin dan keahlian teknis.

Baca Juga: Berapa Harga Panel Surya untuk Perusahaan Industri?

Masa Depan PLTS di Indonesia

PLTS 50 MW di IKN merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan di Indonesia. Pemerintah menargetkan kontribusi energi terbarukan sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025. Untuk mencapainya, pengembangan PLTS di berbagai wilayah menjadi prioritas.

Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, seluruh daya listrik di IKN nantinya akan berasal dari pembangkit energi baru terbarukan. Hal ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui infrastruktur listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). “Transisi energi tidak hanya bertujuan untuk mengurangi emisi, tetapi juga menyeimbangkan antara pertumbuhan dan kelestarian lingkungan,” ujar Darmawan (Katadata Green, 26 Januari 2025).

Selain di IKN, berbagai proyek PLTS lainnya sedang direncanakan, termasuk di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi sinar matahari melimpah. Dengan dukungan teknologi dan investasi ini diharapkan menjadi tulang punggung transisi energi nasional.

Dukung Transisi Energi Anda dengan ImpactLabs

Dalam upaya mendukung pengurangan emisi karbon dan transisi energi berkelanjutan, perusahaan dan organisasi membutuhkan mitra yang andal dalam pengembangan solusi teknologi. ImpactLabs hadir sebagai penyedia layanan technology innovation consulting yang berfokus pada inovasi energi, termasuk teknologi panel surya untuk mendukung target keberlanjutan. ImpactLabs siap membantu Anda merancang dan mengimplementasikan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan industri Anda.

Jadikan ImpactLabs mitra strategis dalam perjalanan menuju transisi energi dan keberlanjutan. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut tentang layanan dan produk kami!

Kesimpulan

Pengoperasian PLTS 50 MW di IKN menandai langkah maju Indonesia dalam menghadirkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tidak hanya mendukung kebutuhan listrik industri di Kalimantan tetapi juga menjadi simbol komitmen nasional terhadap keberlanjutan. Meskipun tantangan masih ada, potensi besar energi surya di Indonesia membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, PLTS bukan hanya solusi untuk kebutuhan energi saat ini, tetapi juga investasi penting bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.