Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mewajibkan 12 sektor industri, termasuk industri pulp, untuk memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING). Pemasangan SPARING ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dari pencemaran air oleh limbah cair industri pulp.
Industri pulp merupakan salah satu sektor industri yang berpotensi mencemari air. Hal ini disebabkan oleh limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi pulp, seperti bubur kayu, bahan kimia, dan air pencucian. Limbah cair ini dapat mengandung berbagai bahan pencemar, seperti bahan organik, nutrien, dan logam berat.
Pencemaran air oleh limbah cair industri pulp dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, seperti:
- Mencemari sumber air baku, seperti sungai, danau, dan air tanah.
- Merusak ekosistem perairan.
- Menjadi media penyebaran penyakit.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran air oleh limbah cair industri pulp, KLHK mewajibkan industri pulp untuk memasang SPARING. SPARING merupakan sistem pemantauan air limbah yang secara otomatis, terus menerus, dan dalam jaringan memantau kualitas air limbah yang dihasilkan oleh industri.
SPARING terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
- Alat pemantauan air limbah yang dipasang di titik pembuangan air limbah industri.
- Sistem monitoring yang mengumpulkan dan memproses data dari alat pemantauan air limbah.
Data hasil pemantauan air limbah dari SPARING kemudian dilaporkan secara real time ke KLHK. Laporan ini digunakan oleh KLHK untuk melakukan pengawasan terhadap kualitas air limbah yang dihasilkan oleh industri pulp.
Pemasangan SPARING di industri pulp telah memberikan beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan efektivitas pengawasan pencemaran air oleh industri pulp.
- Membantu industri pulp untuk memenuhi baku mutu air limbah yang ditetapkan oleh pemerintah.
- Meningkatkan efisiensi penggunaan air di industri pulp.
Ke depan, KLHK akan terus mendorong industri pulp untuk memasang SPARING. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa industri pulp tidak mencemari air dan lingkungan.
Berikut adalah beberapa tips bagi industri pulp untuk menerapkan SPARING:
- Lakukan perencanaan yang matang sebelum memasang SPARING.
- Pilihlah alat pemantauan air limbah yang sesuai dengan kebutuhan industri.
- Lakukan perawatan dan kalibrasi alat pemantauan air limbah secara rutin.
- Laporkan hasil pemantauan air limbah secara rutin ke KLHK.
Dengan menerapkan SPARING secara tepat, industri pulp dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan daya saing industri.