Bursa karbon, sebuah pasar yang mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, kini semakin menjadi sorotan dalam upaya global melawan perubahan iklim. Sederhananya, bursa karbon adalah tempat di mana perusahaan atau negara dapat membeli dan menjual “hak” untuk menghasilkan emisi gas rumah kaca. Konsep ini mungkin terdengar rumit, namun perannya sangat krusial dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. Bursa karbon mendorong pelaku usaha untuk berinovasi dan mengurangi emisi melalui mekanisme pasar yang efisien. Selain itu, sistem ini juga membantu memobilisasi dana untuk mendukung proyek-proyek ramah lingkungan. Di Indonesia, kehadiran bursa karbon menandai langkah signifikan dalam upaya mencapai target penurunan emisi dan pembangunan berkelanjutan.
Apa Itu Bursa Karbon?

Bursa karbon adalah mekanisme berbasis pasar yang memfasilitasi pembelian, penjualan, dan pertukaran hak untuk menghasilkan atau mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Dalam bursa karbon, entitas seperti perusahaan atau negara dapat memperdagangkan “kredit karbon”. Kredit ini merepresentasikan pengurangan atau penyerapan satu ton setara karbon dioksida (CO2e) dari atmosfer. Perdagangan ini juga mencakup lima sektor utama, yaitu FOLU (Forestry and Other Land Use), energi, limbah, IPPU (Industrial Processes and Product Use), serta pertanian. Namun, perdagangan karbon di bursa adalah langkah terakhir. Sebelum memenuhi syarat untuk berpartisipasi, perusahaan diwajibkan melaksanakan aksi nyata untuk mengurangi emisi melalui kerangka Aksi Mitigasi Perubahan Iklim. Langkah-langkah ini mencakup pengelolaan limbah, pemanfaatan energi terbarukan, hingga pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.
Tujuan Bursa Karbon
Tujuan utama dari bursa karbon adalah:
- Mendorong pengurangan emisi: Dengan adanya mekanisme pasar, perusahaan termotivasi untuk mengurangi emisi mereka agar dapat menjual kredit karbon yang mereka miliki.
- Mendukung proyek-proyek ramah lingkungan: Dana yang diperoleh dari perdagangan karbon dapat digunakan untuk mendanai proyek-proyek yang bertujuan mengurangi emisi, seperti pengembangan energi terbarukan atau restorasi hutan.
- Menciptakan pasar karbon yang efisien: Bursa karbon bertujuan menciptakan pasar yang transparan dan efisien, sehingga harga karbon dapat mencerminkan biaya sebenarnya dari emisi.
Regulasi Bursa Karbon di Indonesia
Regulasi Indonesia yang mengatur bursa karbon menjadi landasan hukum untuk pelaksanaan perdagangan karbon di Tanah Air, seiring dengan meningkatnya urgensi penanganan perubahan iklim. Keputusan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melengkapi kerangka hukum ini, mengatur bahwa perdagangan karbon dapat dilakukan secara langsung antar pihak (business-to-business) atau melalui bursa karbon. Peraturan ini menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan nilai ekonomi karbon di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2023 (POJK 14/2023) tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon. Regulasi ini secara rinci mengatur objek perdagangan, kerangka bursa karbon, hingga pihak yang terlibat dalam perdagangan bursa karbon ini. Selain itu, Surat Edaran OJK Nomor 12 Tahun 2023 memberikan panduan teknis terkait prosedur penyelenggaraan perdagangan karbon di bursa karbon, memastikan implementasi yang jelas dan terstruktur.
Jenis Bursa Karbon di Bursa Efek Indonesia (IDX Carbon)
Bursa karbon telah menjadi instrumen penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Sebagai sebuah mekanisme pasar, bursa karbon memfasilitasi perdagangan kredit karbon, yang mewakili pengurangan emisi gas rumah kaca. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui platform IDX Carbon telah membuka peluang bagi perusahaan dan individu untuk berpartisipasi dalam perdagangan ini. Secara garis besar, terdapat dua jenis bursa karbon yang diperdagangkan di IDX Carbon:
- Pasar Allowance (PTBAE-PU) Pasar allowance, atau yang dikenal dengan PTBAE-PU (Penugasan Batas Atas Emisi – Penggunaan), merupakan mekanisme kuota emisi yang ditetapkan oleh pemerintah. Setiap perusahaan yang masuk dalam kategori wajib lapor emisi akan mendapatkan alokasi emisi tertentu. Perusahaan yang berhasil mengurangi emisi di bawah kuota yang ditetapkan akan memiliki kelebihan alokasi. Kelebihan ini dapat dijual sebagai kredit karbon di pasar allowance. Sebaliknya, jika perusahaan melebihi kuota emisinya, maka perusahaan tersebut wajib membeli kredit karbon dari perusahaan lain.
- Pasar Offset (SPE-GRK) Pasar offset, atau yang dikenal dengan SPE-GRK (Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca), merupakan mekanisme di mana perusahaan dapat membeli kredit karbon yang dihasilkan dari proyek-proyek pengurangan emisi. Proyek-proyek ini bisa berupa penanaman pohon, penggunaan energi terbarukan, atau efisiensi energi. Kredit karbon yang dihasilkan dari proyek-proyek ini kemudian dapat diperdagangkan di pasar offset. Perusahaan yang membeli kredit karbon dari pasar offset dapat mengklaim bahwa mereka telah melakukan offset terhadap emisi yang dihasilkan dari aktivitas bisnis mereka.
Baca juga : Carbon Offset: Upaya Berkelanjutan Kurangi Emisi Karbon
Perbedaan Utama Antara Pasar Allowance dan Pasar Offset
- Sumber Kredit Karbon: Kredit karbon di pasar allowance berasal dari alokasi pemerintah, sedangkan kredit karbon di pasar offset berasal dari proyek-proyek pengurangan emisi.
- Tujuan: Pasar allowance bertujuan untuk membatasi total emisi secara keseluruhan, sedangkan pasar offset bertujuan untuk memberikan insentif bagi perusahaan untuk melakukan pengurangan emisi di luar kewajiban mereka.
Mekanisme Perdagangan
DX Carbon menawarkan berbagai mekanisme perdagangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dari para pelaku pasar. Masing-masing mekanisme memiliki karakteristik unik dan tujuan yang berbeda.
- Lelang. Dalam mekanisme lelang, pembeli dan penjual bersaing untuk mendapatkan harga terbaik. Prosesnya mirip dengan lelang barang secara umum, namun dilakukan secara elektronik melalui platform IDX Carbon.
- Pasar Reguler. Pasar reguler beroperasi secara terus-menerus, mirip dengan pasar saham. Harga kredit karbon di sini ditentukan oleh interaksi antara permintaan dan penawaran. Pembeli dan penjual dapat melakukan transaksi kapan saja selama jam perdagangan.
- Pasar Negosiasi. Dalam pasar negosiasi, pembeli dan penjual bernegosiasi langsung untuk menentukan harga dan jumlah kredit karbon yang akan diperdagangkan. Mekanisme ini sering digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar atau untuk jenis kredit karbon yang unik.
- Pasar Non-Reguler. Transaksi di pasar non-reguler dilakukan di luar pasar resmi IDX Carbon. Biasanya, transaksi ini terjadi antara dua pihak yang sudah saling mengenal dan memiliki kesepakatan khusus.
Langkah-Langkah Menjadi Peserta Layanan Bursa Karbon
Menjadi peserta layanan Bursa Karbon merupakan langkah penting bagi perusahaan yang ingin berkontribusi dalam upaya mengurangi emisi karbon dan berpartisipasi dalam pasar karbon yang semakin berkembang. Berikut adalah langkah-langkah umum yang perlu Anda lalui:
- Menunjuk petugas yang bertanggung jawab atas penggunaan fasilitas yang disediakan oleh Penyelenggara Bursa Karbon (PBK).
- Mengikuti pelatihan perdagangan karbon resmi yang diadakan oleh PBK, dengan minimal dua perwakilan yang hadir dalam pelatihan tersebut.
- Mendaftar menggunakan alamat email perusahaan yang memiliki domain resmi perusahaan.
- Memiliki rekening bank yang terintegrasi dengan sistem BI-FAST dan BI-RTGS.
- Membayar biaya pendaftaran.
- Menyediakan laporan keuangan tahunan untuk periode satu tahun terakhir.
- Melampirkan dokumen pendukung, termasuk Anggaran Dasar, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kolaborasikan Program Pelestarian Lingkungan Perusahaan anda bersama Impactlabs
Jika Anda ingin berkontribusi dalam pengelolaan emisi dan mendukung rehabilitasi lingkungan, ImpactLabs siap membantu Anda. Sebagai impact agency yang fokus pada rehabilitasi lingkungan, ImpactLabs menawarkan program-program inovatif seperti penanaman pohon, restorasi lahan kritis, dan konservasi hutan.
Bekerja sama dengan ImpactLabs, Anda dapat memberikan dampak positif pada lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat berikut:
- Pengurangan Jejak Karbon: Kami membantu perusahaan Anda mengelola emisi dan berkontribusi pada pengurangan di atmosfer.
- Reputasi yang Lebih Baik: Dengan berpartisipasi dalam program rehabilitasi lingkungan, perusahaan Anda akan dilihat sebagai pemimpin dalam keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
- Kontribusi Nyata: Kami memastikan bahwa setiap program yang kami rancang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat lokal.
Hubungi kami sekarang untuk mengetahui bagaimana ImpactLabs dapat membantu perusahaan Anda mengurangi emisi dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan!