Skip to content
Home » Usaha Katering: Kurangi Food Waste & Optimalkan Kelas Prakerja

Usaha Katering: Kurangi Food Waste & Optimalkan Kelas Prakerja

Industri katering, yang menyajikan makanan di luar lokasi produksi, semakin berkembang seiring dengan meningkatnya gaya hidup modern. Namun, di balik kesuksesannya, industri ini juga dihadapkan pada tantangan besar, yaitu pemborosan makanan atau food waste. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang konsep food waste dalam industri katering, serta bagaimana pengusaha katering dapat menerapkan strategi pengurangan food waste dan memaksimalkan potensi bisnis mereka melalui program pelatihan Prakerja.

Apa Itu Usaha Katering dan Karakteristiknya?

katering
Sumber: Pexels

Katering (catering dalam bahasa inggris), atau yang lebih dikenal sebagai jasa boga di Indonesia, adalah jenis usaha yang menyediakan layanan penyediaan makanan dan minuman dalam jumlah besar. Prosesnya melibatkan menyiapkan, memasak, hingga menyajikan makanan yang dilakukan oleh koki bersama tim pendukung. Layanan catering mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari acara formal seperti pernikahan dan pertemuan bisnis, hingga acara informal seperti pesta ulang tahun. Selain itu, katering juga melayani kebutuhan harian, seperti penyediaan makanan untuk kantor atau pabrik.

Catering memiliki beberapa karakteristik unik. Salah satunya adalah fleksibilitas dalam menyesuaikan menu dan jumlah makanan sesuai kebutuhan pelanggan. Bisnis ini juga memiliki skala yang beragam, mulai dari usaha kecil hingga skala besar, tergantung pada kapasitas produksi dan target pasar. Persaingan di industri katering cukup tinggi, sehingga inovasi dan kualitas menjadi faktor kunci keberhasilan. Selain itu, permintaan layanan catering sering meningkat pada musim tertentu, seperti akhir tahun atau musim liburan, yang menjadi peluang besar bagi pelaku usaha.

Baca juga : Ide Usaha Kuliner Jadi Nyata dengan Pelatihan dari Kartu Prakerja

Kategori dan Jenis-Jenis Usaha Katering

katering
Sumber: Pexels

Dunia kuliner terus berkembang, salah satunya adalah bisnis katering. Jenis usaha catering sangat beragam, disesuaikan dengan kebutuhan dan target pasar yang berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa jenis usaha katering yang umum ditemui:

1. Berdasarkan Jenis Acara

  • Katering Pernikahan: Katering pernikahan merupakan salah satu jenis usaha katering yang paling populer. Fokus utamanya adalah menyediakan hidangan untuk acara pernikahan, baik berupa makanan utama, makanan penutup, hingga minuman. Jenis catering ini biasanya menawarkan menu yang dapat disesuaikan dengan tema pernikahan dan preferensi pasangan pengantin.
  • Katering Event: Jenis katering ini melayani berbagai macam acara, seperti seminar, konferensi, ulang tahun, hingga acara perusahaan lainnya. Menu yang ditawarkan dapat dirancang khusus untuk menyesuaikan tema acara dan jumlah tamu undangan, sehingga memberikan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan acara.
  • Katering untuk Acara Keagamaan: Katering untuk acara keagamaan biasanya memiliki menu yang spesifik sesuai dengan tradisi agama tertentu. Misalnya, catering untuk pernikahan adat, khitanan, atau perayaan keagamaan lainnya. Menu ini disiapkan dengan memperhatikan aspek budaya dan kepercayaan yang dianut oleh para pelanggan.

2. Berdasarkan Konsumen atau Tempat Layanan

  • Katering Harian untuk Kantor: Katering harian untuk kantor dirancang untuk memenuhi kebutuhan makan siang karyawan di perusahaan. Biasanya, jenis katering ini menawarkan menu yang bervariasi, sehat, dan praktis, dengan porsi yang disesuaikan untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Katering Rumahan: Katering rumahan merupakan usaha catering berskala kecil yang biasanya melayani pelanggan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Menu yang ditawarkan sering kali lebih sederhana dan fokus pada masakan rumahan yang akrab dengan selera lokal.
  • Katering Rumah Sakit: Jenis katering ini menyediakan makanan khusus untuk pasien dan tenaga medis di rumah sakit. Menu yang disajikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien berdasarkan kondisi kesehatan mereka, seperti makanan rendah garam, rendah gula, atau diet khusus lainnya.

3. Berdasarkan Spesifikasi Menu atau Preferensi Konsumen

  • Katering Halal: Katering halal sangat diminati oleh masyarakat muslim yang ingin memastikan makanan yang mereka konsumsi sesuai dengan syariat Islam. Jenis catering ini menggunakan bahan-bahan yang halal serta proses pengolahan yang mematuhi standar halal yang berlaku.
  • Katering Vegetarian: Katering vegetarian menyajikan makanan yang tidak mengandung daging, ikan, atau produk hewani lainnya. Jenis catering ini sangat cocok untuk vegetarian, vegan, atau siapa saja yang ingin mengurangi konsumsi daging dalam pola makan mereka.
  • Katering Diet: Katering diet menyediakan menu makanan yang dirancang khusus untuk membantu pelanggan mencapai tujuan diet tertentu, seperti menurunkan berat badan, membangun otot, atau menjaga kesehatan. Menu yang ditawarkan biasanya rendah kalori, tinggi protein, dan kaya serat, disesuaikan dengan kebutuhan individu.
  • Katering Anak: Katering anak fokus pada penyediaan makanan yang menarik dan bergizi untuk anak-anak. Menu yang ditawarkan biasanya menggunakan bahan-bahan alami, tanpa pengawet, dan disajikan dengan cara yang menarik agar anak-anak tertarik untuk makan.

Food Waste dalam Usaha Katering: Masalah dan Solusi

katering
Sumber: Pexels

Pemborosan makanan atau food waste merupakan masalah serius yang melanda industri katering dan berdampak buruk pada lingkungan. Misalnya, tumpukan nasi kuning yang terbuang karena perkiraan jumlah tamu yang meleset atau sayuran segar yang membusuk karena pengelolaan stok yang buruk. Food waste, atau pemborosan makanan, merujuk pada makanan yang masih layak konsumsi namun dibuang atau tidak terpakai.

Selain kesalahan dalam memperkirakan jumlah porsi, cara penyimpanan bahan makanan yang tidak tepat juga menjadi penyebab utama. Daging yang dibekukan kemudian dicairkan berulang kali atau sayuran yang disimpan dalam suhu yang tidak sesuai dapat cepat rusak dan terpaksa dibuang, merugikan secara finansial sekaligus berkontribusi pada masalah lingkungan.

Industri katering, khususnya sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (HOREKA), turut berperan besar dalam menyumbang timbulan sampah makanan. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, industri ini memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap total timbulan sampah. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menekankan pentingnya peran sektor HOREKA dalam mengelola sampah makanan secara lebih proaktif dalam mengelola sampah, mengingat kontribusi sektor ini terhadap total sampah yang ada.

Di DKI Jakarta, misalnya, sekitar 49,87% dari total 3,1 juta ton sampah per tahun adalah food waste yang berasal dari rumah tangga, pasar, perkantoran, serta sektor HOREKA. Oleh karena itu, pengelolaan food waste dalam industri catering bukan hanya penting untuk efisiensi operasional, tetapi juga untuk mengurangi dampak lingkungan dan memperbaiki praktik keberlanjutan di sektor ini.

Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mengurangi food waste dalam usaha catering, sehingga tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan:

  • Buatlah menu yang bervariasi namun tetap mempertimbangkan preferensi pelanggan.
  • Gunakan sistem FIFO (First In First Out) untuk bahan makanan.
  • Sajikan makanan dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan tamu untuk meminimalkan sisa makanan.
  • Ubah sisa makanan menjadi menu baru atau hidangan pendamping.

Memaksimalkan Potensi Usaha Katering dengan Kelas Prakerja

Kelas Prakerja merupakan program pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi masyarakat, termasuk para pelaku usaha catering. Melalui program ini, pengusaha katering dapat mengikuti berbagai pelatihan, seperti di bidang kuliner, manajemen bisnis, dan pemasaran. Selain mendapatkan ilmu baru, peserta juga berkesempatan untuk memperluas jaringan dengan sesama peserta. Dengan demikian, kualitas produk dan layanan usaha catering dapat ditingkatkan, serta membuka peluang kerjasama bisnis yang lebih luas. Selain itu, para peserta juga akan mendapatkan akses informasi terkini mengenai tren industri kuliner dari para narasumber yang kompeten.

Pilihan Kelas Prakerja yang Relevan untuk Usaha Katering

Program Prakerja menawarkan berbagai pilihan pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi pelaku usaha katering. Dengan mengikuti kelas-kelas yang relevan, para pengusaha catering dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta mengembangkan bisnisnya. Berikut adalah beberapa pilihan kelas Prakerja yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha katering:

1. Kelas Kuliner

Kelas kuliner dirancang untuk meningkatkan keterampilan memasak dan mengembangkan menu yang kreatif dan menarik. Melalui pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai teknik memasak, resep-resep baru, serta cara menyajikan makanan yang menarik. Contoh kelas kuliner yang relevan adalah “Belajar Membuat Aneka Menu Katering Berbagai Acara bagi Juru Masak” dari cariilmu.co.id. Kelas ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis memasak, tetapi juga memberikan pengetahuan tentang pemilihan bahan baku berkualitas dan aspek kebersihan dalam pengolahan makanan.

2. Kelas Manajemen Bisnis

Keterampilan manajemen bisnis sangat penting bagi keberhasilan suatu usaha, termasuk usaha katering. Melalui kelas manajemen bisnis, peserta akan mempelajari cara mengelola keuangan, pemasaran digital, dan operasional bisnis secara efektif. Dengan demikian, peserta dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik, meningkatkan efisiensi, dan mengembangkan bisnisnya.

Baca juga : Digital Marketing vs. Marketing Konvensional: Mana yang Lebih Unggul?

3. Kelas Keamanan Pangan

Keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting dalam industri kuliner. Melalui kelas keamanan pangan, peserta akan mempelajari standar kebersihan dan keamanan pangan yang harus dipenuhi oleh usaha katering. Contoh kelas keamanan pangan adalah “Penanganan Kebersihan dan Kesehatan Makanan Restoran” dari G2 Academy. Kelas ini mengajarkan peserta tentang cara mencegah kontaminasi makanan, menyusun prosedur keamanan pangan, dan mengidentifikasi bahaya potensial dalam proses produksi makanan.

Kesimpulan

Pengurangan food waste adalah tanggung jawab bersama, termasuk bagi pelaku usaha katering. Dengan menerapkan strategi yang tepat dan memanfaatkan peluang pelatihan melalui program Prakerja, pengusaha katering dapat meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi dampak lingkungan, serta memenuhi kebutuhan pasar yang semakin sadar akan isu keberlanjutan.

Setelah memahami pembahasan di atas, tidak kalah penting untuk memperhatikan juga keterampilan lainnya yang relevan dengan tantangan masa depan, seperti green skills. Dengan mengikuti pelatihan di lembaga seperti ImpactLabs Academy. ImpactLabs Academy berfokus pada pelatihan pengelolaan sampah makanan, terutama dalam mengubah sampah makanan menjadi produk bernilai dan inovatif. Dengan mengikuti pelatihan di lembaga seperti ImpactLabs Academy, Anda tidak hanya membekali diri dengan kemampuan digital, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

ImpactLabs Academy menawarkan berbagai kategori pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja keberlanjutan, seperti Green Building & Sustainable DesignGreen EntrepreneurshipSustainability ManagementEnergi TerbarukanPertanian BerkelanjutanManajemen Limbah dan Daur Ulang, dan masih banyak lagi!

Jadi Ahli Green Skills bersama ImpactLabs Academy!

Tertarik memperdalam pengetahuan dan keterampilan Anda? Bergabunglah di kelas Green Skills bersama ImpactLabs Academy untuk mempelajari berbagai keterampilan yang relevan dengan keberlanjutan. Dengan langkah-langkah yang mudah, aplikasi yang praktis, dan manfaat yang besar, pelatihan ini akan memberikan dampak positif bagi diri Anda, masyarakat, dan lingkungan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi hijau! Hubungi kami sekarang dan temukan cara kreatif untuk memberi dampak positif bagi lingkungan bersama ImpactLabs Academy. Saatnya beraksi dan membawa perubahan nyata untuk masa depan yang lebih baik!